Cara Merawat Bahan Pakaian Agar Tetap Awet

Seperti kita ketahui, bahwa pakaian sudah merupakan suatu kebutuhan primer untuk semua orang. Selain berfungsi untuk melindungi tubuh atau aurat, pakaian pun berfungsi sebagai fashion statement dan bentuk ekspresi atau aktualisasi diri. Tetapi, pada faktanya tidak semua orang memahami cara merawat bahan pakaian yang benar sehingga pakaian seringkali lebih cepat rusak atau warnanya memudar.


Ada beberapa aspek yang perlu dicermati, mulai dari pemilihan detergen hingga mengatur suhu setrika. Setrika yang suhunya terlalu panas dapat membuat serat-serat pakaian menjadi lebih mudah rusak sehingga pakaian tersebut tidak bisa dipakai lagi. Tetapi ada juga jenis bahan pakaian yang sebenarnya tidak perlu disetrika namun bisa tetap awet dan terjaga. Banyak perusahaan pakaian yang biasanya mencantumkan di labelnya tentang bagaimana cara agar pakaian kita awet dan tetap nyaman ketika digunakan. Sebagai referensi lainnya, dapat membaca artikel di website ini yang berjudul: Memahami Simbol Pada Label Pakaian.


Berikut ini disajikan uraian singkat yang dapat Anda coba untuk merawat bahan pakaian agar tetap awet yang disesuaikan dengan jenis bahannya.


Bahan Polyester


Dari mana tahu bahwa pakaian kita berbahan polyester? Jawabannya adalah dari label pakaian. Maka dari itu, apabila pakaian yang kita beli tidak memiliki label dan belum tahu ilmu tentang bahan maka kita akan kesulitan untuk mengidentifikasinya. Bahan pakaian dari polyester (atau hampir mirip dengan bahan jersey) biasanya dipakai untuk pakaian olahraga, hijab, atau busana muslim lainnya. Sesuaikan perawatannya dengan label pakaian, misalnya disetrika atau di cuci pada suhu tertentu. Bahkan ada juga yang tanpa disetrika meskipun telah dicuci. Hal ini tidak lain karena ada perlakuan proses dan zat kimia tertentu pada nya yang dinamakan penyempurnaan wash and wear. 


Bahan Corduroy


 

Bahan corduroy atau dikenal dengan istilah bahan old school rupanya masih tetap populer karena struktur dan kenampakannya yang khas. Pada awalnya bahan ini dibuat dari serat kapas tetapi sesuai perkembangannya dibuat juga dari serat yang lainnya, seperti acrilik, rayon, polyester, dan campurannya. Bahan corduroy memiliki motif atau pola garis-garis lurus yang timbul secara pararel sebagai pattern-nya. Dengan tekstur seperti itu maka bahan corduroy sebenarnya tidak perlu terlalu sering dicuci maupun disetrika, atau bila ingin menyetrikanya gunakan saja setrika uap agar bahan tersebut tidak mudah rusak dan tetap awet.


Bahan Wol


Pakaian berbahan wol (atau sejenis wol) biasanya sering digunakan ketika cuaca sedang dingin atau hujan. Sifatnya cenderung konsisten sehingga perawatannya relative mudah. Ketika menjemur pakaian berbahan wol, Anda cukup menggantungkan pakaian tersebut, usahakan pakaiannya tidak diperas menggunakan mesin cuci agar seratnya tetap terjaga atau tidak mengkerut. Kelebihan lainnya, bahan pakaian wol tidak perlu disetrika karena dengan menjemurnya yang benar, bahan ini sudah tampak rapi dan jauh dari kusut. Apabila akan mensetrikanya maka disarankan menggunakan setrika uap, bila tak memiliki setrika uap maka gunakan setrika dengan suhu yang rendah dan semprotan pelicin serta pelembut pakaian.


Bahan Brokat


 

Bahan brokat sering dipakai untuk pakaian perempuan untuk acara undangan, wisuda, kebaya, hingga brides maid. Bahan jenis ini biasanya diberi beberapa hiasan atau ornamen elegan seperti swarovski dan payet. Pakaian dengan ornament tersebut perlu ekstra perhatian. Apabila ingin mencucinya lebih baik memakai jasa dry cleaning, jangan menggunakan mesin cuci biasa atau direndam menggunakan deterjen karena dikhawatirkan akan merusaknya. Kemudian, jika ingin disetrika maka aturlah suhunya menjadi rendah, dan balikkan bajunya atau lapiskan kain tersebut dengan kertas. Cara ini dilakukan agar bahan pakaian brokat tetap awet.

0 comments:

Post a Comment