4 ALASAN UNTUK MEMULAI INVESTASI EMAS

Jika Anda pernah membeli emas batangan langsung ke Antam maka akan mendapati betapa orang membeli emas seperti membeli gorengan; Laku. Ini adalah hal yang menggembirakan dan wajar karena setidaknya ada 5 (lima) alasan yang layak kita pertimbangkan untuk memulai berinvestasi emas sekarang juga.


Yang pertama adalah profit yang cukup tinggi. Jika kita perhatikan rata-rata kenaikan harga emas per tahun, maka kita mendapati angka pertumbuhan nilainya berkisar sekitar 20% per tahun. Inilah yang menyebabkan banyak orang menyebut emas sebagai tahan inflasi; wajar saja karena kenaikan nilai tahunan emas selalu lebih tinggi di atas inflasi rata-rata.

Yang kedua, emas mempunyai likuiditas yang tinggi; jauh lebih tinggi dibandingkan properti, bahkan lebih tinggi di bandingkan investasi berbasis kertas semisal: saham dan reksadana. Artinya jika kita mempunyai emas batangan secara fisik dan kita perlu menguangkannya, maka kita cukup ke toko emas terdekat untuk menjualnya dan seketika uangnya bisa langsung cair saat itu juga.


Yang ketiga, ini yang cukup penting, tidak ada yang bisa mengintervensi nilai emas, pasar yang adillah yang menentukan nilainya. Berbeda sekali dengan uang kertas yang nilainya bisa saja dipotong atau didenominasi. Nilai emas terletak pada emas itu sendiri, tidak ada yang menetapkan namun memang included terletak pada dirinya sendiri.
 

Yang keempat, bicara mengenai emas batangan (fisik), maka kita memperoleh benefit yang secara sederhana bisa kita istilahkan sebagai kepemilikan mandiri. Kita benar-benar berkuasa penuh atas emas batangan sebagai sebuah investasi, tidak perlu bergantung pada pihak lain.


Jika kita mau mencari lagi alasan yang lain, rasanya masih banyak yang semestinya tidak lagi membuat kita menunda untuk mulai berinvestasi dari sekarang, namun untuk saat ini 4 alasan di atas semestinya sudah lebih dari cukup. Jadi mari mulai berinvestasi emas agar kekayaan kita tidak habis tergerus inflasi dan kita bisa membentangkan masa depan yang lebih baik bagi anak cucu kita. Insya Allah.

0 comments:

Post a Comment